Sabtu, 21 Januari 2017

Surat untukmu

Hai Jagoan ... Apa kabarmu hari ini ... Apa kau lihat begitu banyak orang yang datang mendoakanmu Apa kau lihat begitu banyak orang yang menangis melepaskanmu Rumah begitu ramai .... Tapi ... bagaimana kabarmu disana Jagoan ... Dinginkah ? Sepikah ? Apa lantunan doa doaku sampai padamu Kuharap itu mampu melapangkan tempatmu, memberi cahaya di rumah barumu ... memudahkan jalamu menemui PEMILIKMU ... Kupikir doaku mampu menggetarkan langit Hingga bisa menahanmu disini ... untuk tetap mampu kusentuh kupeluk dan kucium seperti mauku Tapi TAKDIR ALLAH tiadalah yang mampu menghalangi Jagoan Allah memanggilmu ... karena hanya ALLAH lah yang berhak atasmu ... Bahagialah di Alam sana ... Nikmati semua amalan yang kau lakukan dikehidupanmu Jagoan Meski tubuhmu takkan mampu lagi kupeluk dan kucium Semoga Alunan doaku mampu mewakilkan semua itu ... ALLAAHUMMAGHFIRLII DZUNUUBII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIRON. WALIJAMII'IL MUSLIMIINA WALMUSLIMAATI, WALMU'MINIINA WAL MU'MINAATI AL AHYAA'I MINHUM WAL AMWAATI, WATAABI' BAINANAA WA BAINAHUM BIL KHOIRAATI, ROBBIGHFIR WARHAM WA ANNTA KHOIRUR RAAHIMIINA, WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL 'ALIYYIL ADHIIMI.

Tentang Rindu ...

Gegap gempita ini .. hiruk pikuk ini kau adalah bagian itu semua ... mimpi mimpimu ... perjuanganmu ... usahamu ... semua tidak akan sia sia jagoan ... meski tubuhmu tidak hadir disini ... meski suaramu tidak menggema diantara orasi orasi ini lagi ... KAMI HADIR JAGOAN ... KAMI HADIR MEMBAWA SEMANGATMU ... semoga kau bahagia di dunia barumu Jagoan ... Al fatiha ...

I LOVE YOU

Bagian paling menyebalkan... Saat kupikir kau ada disini... Saat kuharap kau ada ditengah tengah riuh ini Saat kuingat betapa bahagianya kau dengan gegap gempita ini Semoga bahagia di dunia mu Jagoan Beribu alfatiha untuk kebahagiaanmu Untuk semua mimpi dan perjuanganmu I Love You Ndut

BERTANYA

Mungkin jamannya yang sudah berubah atau saya yang berada pada jaman yang berbeda saat saya butuh waktu bertahun tahun untuk melupakan ternyata beberapa orang hanya butuh sekali melihat dan jatuh cinta ternyata semudah itu ... yang kadang terlupakan adalah adakalanya dulu dimasa itu bukankah pernah menangis atas nama cinta itu teman bukankah pernah merasa hancur atas nama cinta itu pula bahkan bukankah pernah bersumpah atas nama cinta itu Jadi bisakah saya yang menjadi pendengar ini bertanya Semudah itukah ??? tapi apapun itu ... untuk pilihanmu semoga dia lah sungguh sungguh WANITA TERHEBATMU

Sabtu, 31 Desember 2016

Bisa apa !!!

Yang kupikir ... yang kurasa ... Yang kubuat ... dan yang kucoba untuk pahami Mungkin Tidak akan mampu untuk dimengerti oleh Makhlukmu Tuhan Tawa ... Senyum ...Tatapan ... Yang Terbesit di Hati ... bahkan yang tertuang dipikirku Pasti hanya Engkau yang tahu Ya ALLAH ... Bahkan doa doaku pun Yang entah sejak kapan Tanpa sadar telah mengikutkan banyak nama Sungguh hanya Engkau yang Mendengar ya RABB Tapi ... Demi semua yang telah tertuang BISA APA AKU BISA APA ... !!! Bisa apa aku menahan Takdirmu Tuhan Punya Kekuatan apa Punya kepantasan seperti apa Sungguh AKU bukanlah siapa siapa ' Hanya saja .... jika boleh Sungguh Ingin itu Masih akan kuulang dalam untaian Doa panjang Rentetan Nama itu masih akan kusebut disela selanya Hingga semua kata SEMOGA dapat ter AMINkan ... Semua kata Akan ...Tersegerakan dan semua DOA itu TERKABULKAN .... HAPPY NEW YEAR 2017 .... SAYA AKAN LEBIH BERANI UNTUK MAMPU MEWUJUDKANNYA ....AMIN

Selasa, 29 Desember 2015

Sepi

Bising... tapi yang terasa hanya sepi Menggantung di pucuk pucuk daun Di tengah ranggasan rumput... Kosong... tanpa ada beban Atau mungkin karena tiada lagi ruang Detak... dan aliran... masihkan bertasbihkan satu nama Aku sendiri tak tahu Mungkinkah kesendirian ini masih karena itu Atau mungkin karena kudapati kenyamanan dalam sepi itu Sepi... bisakah kupinjam ruangmu untuk sejenak kembali ke masa itu Sepi... bisakah kupinjam dimensimu untuk sejenak berada di masa itu Sepi... aku bahkan tak tahu rasanya terbebas darimu Mungkin rentangan waktu dan jarak yang telah berlalu Membuatku telah terbiasa denganmu sepi Hingga kini bukan lagi nama itu yang bertasbih dalam detak dan aliran Mungkin justru kau yang ad disana .. Sepi... bisakah kau menemaniku dalam dimensimu ...

Jumat, 06 November 2015

Untuk kau yang ada disana

Untuk kau yang ada disana... apa kabarmu ?.. Begitu jauh bentangan jarak dan waktu memisahkan ... Hingga kadang kau menjadi yang terlupakan ... Maaf untuk semua waktu yang terlewati tanpa sedikitpun mengingatmu .... maaf untuk semua semua kisah yang lebih kadang tenggelam daripada muncul dalam pikirku .... Dan maaf karena pada akhirnya saat aku merasa goyah dan butuh pegangan ... toh pada akhirnya aku tetap memilih mencarimu ... Untuk kau yang ada disana ... apakah sekarang kau sudah menemukan jawaban atas pertanyaanku tentang seperti apakah hidup itu berjalan ... seperti apakah dunia itu berputar? Bagaimana sebenarnya bahagia itu ?

Hujan ...

Hujan.... dan semua kenangannya Bisakah kembali ke masa itu Aku hanya ingin meminjam hujan... untuk kembali ke masa itu Baunya masih tetap sama Derasnya masih tetap sama Hanya saja masa itu ternyata tidak akan pernah kembali Bahkan setelah kukejar ke sisi dunia manapun Ternyata rasa itu telah hilang Mungkin karena sesuatu hal yang tidak akan mungkin dapat kuhadirkan lagi Mungkin karena sesuatu hal yang begitu tabu untuk kusebut lagi Bahkan dalam alam mimpi sekalipun Hujan dan semua kenangannya Beku dalam dimensinya Menggantung dalam udaranya Dan aku hanya bisa mematung Hanya bisa menghirup... hanya mampu melihat Tanpa mampu melintas .... Sungguh aku ingin kembali ke masa itu bisakah kupinjam sejenak hadirmu hujan ...

Jumat, 23 Oktober 2015

Feeling Empty

I would erase all your memories Flush it away And throwing everything out I was too far from my faith I’m shaken But I will let it go and let it flow Let your hand go, let this feeling tear down Hai Bang ... Apa kabarmu disana ? Lama tak bersua dan bercerita denganmu Abang ... bisakah kupinjam waktu mu sesaat ... untuk sejenak kembali ke beberapa masa Masa yang begitu kuat bermain main dalam duniaku Mimpi di tiap malam-malamku ... Masa dimana seberat apapun keadaan yang kualami Sesulit apa pun dunia ini Sesak yang kurasa ... luka yang kupunya ... bahkan kecewa yang kumiliki Tapi aku kuat abang ... aku kuat melalui segalanya .... Mungkin alasan yang terlalu klise Terlalu muluk-muluk Tapi itulah yang terjadi ... keberadaanmu memang selalu memberikan kekuatan pada semua kesulitan yang kualami Abang ... kau ingat pernah berkata "Hidup ini kadang begitu menyakitkan" Yah kau benar ... dulu tak begitu terasa ... karena aku selalu tahu kemana harus pulang Aku selalu tahu kemana Aku harus berlabuh menyadarkan semua penat di dada Tapi kini ... "Hidup bukan lagi menyakitkan Abang ..." Hidup bahkan membuat aku harus berteriak dalam diam menangis dalam tawa ... Tersenyum dalam semua sakit Kau benar aku bukan lah pusat semesta alam dan aku bukan lah apa - apa Jadi kenapa harus berlarut Yah ... cuman uraian kata dalam kenangan itu lah yang menjadi penguatku saat ini Hanya saja ... aku betul betul penuh dan tak tahu harus membuangnya kemana Abang .. bisakah kupinjam waktumu sesaat cuma sesaat abang ... aku hanya ingin bersandar cuma sekedar berlabuh Aku butuh menangis dan berteriak di dunia yang sebenarnya bukan hanya menangis dan berteriak dalam diamku Abang ... Apa yang harus kubuat Kenapa Allah mengambilmu dari aku kemana lagi Aku Harus berlari

Sabtu, 13 September 2014

Sekedar luahan ....

Mungkin .... dunia terlalu cepat bergerak... meninggal saya dengan pemikiran kuno ... tentang hidup .... mungkin memang sudah begini rakusnya zaman ... hingga loyalitas, integritas bahkan intelektuliataspun sudah tergadai tanpa malu .... mungkin saya yang terlalu ideal memaknai hidup ... hingga tidak sadar dunia sudah tak sama lagi .... atau jangan jangan sebenarnya inilah ujud dunia yang sebenarnya ....hanya saja saya tertidur selama ini .... dunia .... dan orang orang didalamnya .... bahkan mungkin termasuk saya tanpa sadar ....loyalitas, integritas dan intelektualitas yang tergadai .... mau bilang apa .... Alibi kebutuhan perut ....cuihhhh .... memang nya perut butuh menimbun berapa banyak bahkan anak dikolong jembatan pun masih hidup tanpa harus menimbun .... intelektualitas .... hadeuhhh ... tahu begitu .... tak perlu saya sekolah tinggi tinggi bahkan berteriak dan berdarah pun tak akan mengubah apapun memang dunia sudah begini .... saya saja baru terbangun .....